8 Kesalahan Penggunaan Hashtag yang Harus Dihindari

8 Kesalahan Penggunaan Hashtag yang Harus Dihindari

Hashtag atau tagar (tanda pagar) adalah bagian penting dari pemasaran di media sosial, terutama di Instagram dan Twitter. Tagar bisa membuat bisnis dan layanan Anda meraih banyak orang. Meski menggunakan tagar di postingan terlihat mudah, tetapi menggunakan tagar yang benar bisa membingungkan.

Penasaran dengan kesalahan-kesalahan penggunaan tagar yang sering dilakukan oleh banyak orang? Cek daftar di bawah ini. Jika Anda melakukannya, maka segera hentikan kebiasaan tersebut.

1. Menggunakan tagar yang generik dan populer saja

Secara teori, memang masuk akal bahwa menggunakan tagar yang populer akan dilihat oleh banyak orang. Tetapi, Anda tidak mendapatkan hasil dalam jangka panjang.

Tagar #love atau #beautiful memiliki post sebanyak ratusan ribu, tetapi tagar generik seperti ini akan tidak berguna untuk bisnis Anda. Anda akan mendapatkan “likes”, tetapi tidak berasal dari orang-orang yang tertarik dengan bisnis Anda.

Sebaiknya, gunakan tagar yang spesifik menyasar target pasar Anda, sesuai dengan konteks, konten, atau kata kunci dari industri yang Anda geluti.

2. Tidak melakukan riset tagar

penggunaan hashtag
distruptiveadvertising.com

Anda harus melakukan riset tagar yang Anda gunakan. Lihat di kolom pencarian di Instagram atau Twitter, ketahui gambar atau tulisan seperti apa yang muncul jika Anda mengetik sebuah tagar. Anda juga bisa menggunakan bantuan tools untuk melihat tagar-tagar yang tren dan populer di Twitter dan Instagram.

3. Mengabaikan tagar lokal

Jika Anda ingin menyasar pelanggan di area yang spesifik, maka bergabung ke dalam komunitas adalah cara yang baik untuk membangun hubungan dan meningkatkan eksposur di dalam komunitas yang ingin Anda raih. Misalnya, gunakan tagar yang berhubungan dengan nama kota seperti #Jakarta atau #ILoveJakarta.

Contoh lainnya adalah jika Anda memiliki bisnis pakaian olahraga dan terdapat acara lari di kota Anda, Anda bisa menggunakan tagar acara tersebut, misalnya #FunRunJakarta.

4. Tidak mencoba tagar baru

penggunaan hashtag
relevance.com

Anda mungkin telah mencoba, mengetes, dan menggunakan tagar-tagar terpercaya yang dapat menarik interaksi dari audiens yang tepat. Kesalahan penggunaan hashtag di sini adalah Anda terlalu nyaman dengan tagar-tagar tersebut dan tidak mau mengeksplorasi tagar baru.

Luangkan waktu untuk memperbarui tagar-tagar dan lakukan uji coba. Anda bisa saja akan menemukan tagar yang lebih efisien untuk merek atau bisnis Anda.

5. Tidak menggunakan tagar-tagar yang berhubungan

Anda harus menggunakan tagar yang berhubungan dengan bisnis Anda. Misalnya, sebuah perusahaan koper Herschel Supply mengunggah video seorang pria mengisi keranjang hotel dengan koper-koper merek Herschel. Video tersebut memiliki keterangan “Dikemas untuk semua kemungkinan #WellPacked #HerschelSupply”.

Pengunaan tagar di atas tidak hanya berhubungan dengan videonya saja, tetapi berhubungan dengan produk perusahaan tersebut. Tagar seperti ini juga akan mendorong pengguna untuk lebih sering berlibur.

6. Menggunakan tagar terlalu banyak

penggunaan hashtag
ideamaji.com

Penggunaan tagar yang berlebihan akan membuat pembaca Anda cenderung mengabaikan keterangan foto. Mereka akan pusing melihat tagar yang terlalu banyak. Gunakan 1-3 tagar di dalam keterangan gambar Anda. Jika terlalu banyak, maka akan sulit dibaca.

7. Tidak menganalisis penggunaan tagar

Banyak merek atau perusahaan menggunakan tagar untuk menolong mereka melacak saat sedang melakukan kampanye iklan seperti kontes atau pembagian hadiah. Menganalisis dan mengukur keberhasilan kampanye tersebut adalah hal penting untuk perkembangan pemasaran media sosial perusahaan Anda.

Anda juga bisa mengukur perkembangan jangkauan dengan melacak tagar. Jika Anda menggunakan tagar yang spesifik, maka Anda bisa melacak berapa jumlah “likes” atau interaksi yang didapat.

8. Tidak menggunakan tagar sama sekali

penggunaan hashtag
govtech.com

Tentu saja tidak menggunakan tagar adalah sebuah kesalahan besar, kecuali jika Anda memiliki perusahaan besar dengan interaksi organik yang tinggi tanpa memerlukan tagar. Tetapi, jika Anda masih membangun merek di media sosial, maka tagar adalah cara cepat untuk mendapatkan eksposur.

Hashtag juga jadi alat pencarian. Jadi, menggunakan tagar di media sosial akan menolong orang-orang menemukan profil, foto, dan konten Anda. Ingin memaksimalkan Instagram agar mendapatkan followers? Anda bisa menggunakan bantuan tools di https://g-shoot.co.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *